Anak

KOMPAS.com - Kecanduan bermain gim bagi anak-anak menjadi salah satu kekhawatiran banyak orangtua. Lupa waktu, pornografi, kekerasan, dan masalah kesehatan menjadi alasan kekhawatiran orangtua.

Salah satu gim yang cukup sohor di kalangan anak-anak adalah " Minecraft". Gim ini tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di berbagai negara. Lantas seperti apa gim Minecraft? berapa usia ideal anak untuk dapat memainkan gim tersebut? Apakah gim Minecraft bisa berdampak kekerasan, atau pornografi pada anak. 

1. Mengenal Minecraft

Gim ini dikembangkan oleh perusahaan perangkat lunak asal Swedia, Mojang. Dalam laman mereka, Minecraft adalah sebuah permainan tentang menyusun, menghancurkan dan menempatkan blok. Pada awalnya, pemain membangun struktur melindungi diri terhadap serangan monster, tetapi ketika gim berkembang ke level berikutnya, pemain dapat saling bekerja sama untuk menciptakan bangunan yang indah dan imajinatif.

Para pemain menggunakan blok bahan; kayu, batu, bijih besi, pasir, untuk membangun sesuatu. Gim ini pada dasarnya adalah gim membuat bangunan secara virtual. 

Bila anak bermain "Minecraft", maka orangtua kemungkinan akan mendengar mereka berbicara tentang hal-hal seperti "Zombies," "Creeper," "Penyihir," "Penduduk desa," dan "Tengkorak,". 

2. Usia ideal bermain

Berapakah usia yang diperbolehkan bagi anak memainkan Minecraft? Net Aware, sebuah organisasi keselamatan berinternet di Inggris menyarankan sebaiknya anak berusia 7 tahun ke atas untuk dapat memainkan gim ini.

Baca juga: Berani Tega dan 4 Cara Lain Membangun Kemandirian Anak

Sebanyak 2.049 orangtua yang di survei pada bulan Januari 2018 di Inggris juga sepakat sebaiknya usia anak di atas 7 tahun untuk memainkan Minecraft.

Sedangkan The Entertainment Software Rating Board (ESRB), sebuah lembaga internasional pemeringkat gim menyarankan "Minecraft" sebaiknya diperuntukkan untuk anak usia 10 tahun ke atas.

3. Minecraft berdampak pada anak

Sebagi orangtua, pasti ada kekhawatiran tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan anak untuk bermain game. Bahkan, beberapa dari orangtua mungkin ingin melarang permainan tersebut dari anak.

Ada sedikit kabar baik, Net Aware merating bahwa risiko muncul kekerasan seksual pada Minecraft adalah berisiko kecil (low risk), sedangkan untuk  narkoba, dan perbuatan kriminal berada pada risiko menengah (medium risk)

Yohan Rubiyantor, Subdit Kemitraan Kemendikbud yang juga alumni University of Birmingham, Inggris menyampaikan, memang Minecraft, seperti gim komputer lain dapat membuat anak menjadi ketergantungan.

"Namun, Minecraft adalah program gim kreatif. Jika dimanfaatkan dengan benar, dan orangtua turut mendampingi, maka gim ini memungkinkan anak Anda untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam lingkungan 3D," ujar Yohan.

Ia menambahkan, anak-anak dapat membuat bangunan besar, desa dan kota yang rumit, sistem kereta api, atau bahkan objek dan proyek kreatif lainnya. 

Source : https://edukasi.kompas.com/read/2018/09/13/22555101/kalau-anak-sudah-keranjingan-minecraft

Kalau Anak Sudah Keranjingan "Minecraft"
Campak-rubella serang 200 anak di Kepulauan Riau
Memukul Anak Bisa Membuatnya Berperilaku Agresif
Petugas Imunisasi MR Diintimidasi, 32 Juta Anak Belum Divaksin
Ajak Anak Tidak Tergantung Gadget, Penyanyi Rayvelin Gandeng Bowo "Tik Tok"
Anak Miliuner Pekerjakan 12 Pembantu Khusus Untuk Persiapkan Kuliah
Apakah Kita Perlu Khawatir dengan Penggunaan Bahasa "Anak Jaksel"?
Jangan Biarkan Anak Begadang, Taruhannya Pertumbuhan Otak Terganggu
Berdalih Momong, Bandit Ini Ajak Anak Ngebut Dikejar Korbannya
Ribuan Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual di Gereja Jerman